Murai Batu
Copsychus malabaricus · White-rumped Shama
Fakta Cepat
Ordo
Passeriformes
Famili
MuscicapidaeUkuran
~28 cm
Berat
28-37 gram
Makanan
Serangga, Cacing, Buah Kecil
Murai Batu: Fakta, Habitat & Panduan Lengkap
Murai Batu (Copsychus malabaricus) adalah salah satu burung kicauan paling populer dan paling dicari di Indonesia. Burung kecil berbadan ramping ini dikenal dengan kicauannya yang merdu, panjang, dan kaya variasi — mampu meniru suara berbagai burung lain.
Jantan memiliki kepala, punggung, dan dada hitam mengkilap dengan kilau biru-hijau metalik, perut berwarna oranye karat atau putih (tergantung subspesies), dan ekor panjang berwarna hitam-putih yang khas. Betina berwarna abu-abu cokelat dengan ekor lebih pendek.
Dalam konteks perlombaan burung kicau Indonesia, Murai Batu dianggap sebagai 'raja' kicauan. Kompetisi burung kicau (kontes gantangan) yang menggunakan Murai Batu bisa berhadiah puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Murai Batu tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan beberapa kepulauan. Habitatnya adalah hutan tropis, hutan sekunder, dan kebun dengan vegetasi lebat. Makanan utamanya adalah serangga dan cacing tanah.
Akibat penangkapan berlebihan untuk dipelihara, populasi Murai Batu di alam liar mulai menurun di beberapa daerah, terutama di Sumatera dan Jawa.
Ciri Khas & Penampilan Murai Batu
Jantan: kepala dan punggung hitam berkilau, perut oranye karat atau putih, ekor panjang hitam-putih berjuntai. Betina: abu-abu cokelat, ekor lebih pendek.
🎵 Suara & Kicauan
Kicauan merdu panjang dan kaya variasi, mampu meniru suara berbagai burung. Salah satu suara kicauan terbaik di antara burung tropis.
🏠 Cara Merawat Murai Batu yang Benar
Murai Batu membutuhkan kandang gantung berukuran minimal 40×40×60 cm dengan tenggeran alami dari kayu asam atau jambu. Pakan harian: jangkrik 2–5 ekor pagi dan sore (jangan berlebihan, sebabkan over birahi), kroto 1 sendok teh sebanyak 2–3x seminggu sebagai stimulan birahi, ulat hongkong putih 3–5 ekor sebagai tambahan protein. Berikan voer berkualitas (protein 18–22%) sebagai pakan dasar di wadah terpisah.
Rutinitas harian ideal: (1) Embun pagi jam 05.00–06.00 selama 30 menit, (2) Mandi semprot atau keramba jam 06.00–07.00, (3) Jemur di bawah sinar matahari langsung 1–2 jam jam 07.00–09.00, (4) Kerodong dan istirahat siang, (5) Angin-anginkan sore 15.30–17.00. Ganti air minum setiap hari. Bersihkan kotoran dan sisa pakan setiap pagi. Semprot dan cuci kandang total seminggu sekali.
Perhatikan tanda kesehatan: Murai Batu sehat aktif bergerak, ekor tegak, mata cerah, nafsu makan baik. Jika lesu, mengembangkan bulu, atau diare, segera pisahkan dan konsultasikan ke dokter hewan.
🦚 Cara Breeding Murai Batu (Panduan Penangkaran)
Penangkaran Murai Batu membutuhkan persiapan matang. Kandang ternak minimal berukuran 100×60×180 cm (lebih luas lebih baik) dengan tanaman di sudut untuk sarang alami. Pilih indukan jantan berusia 1,5–2 tahun yang sudah terbukti gacor dan betina 1–1,5 tahun yang jinak.
Proses breeding: (1) Perkenalkan jantan dan betina secara bertahap — pertama pisahkan dengan kawat selama 3–7 hari agar saling mengenal, (2) Jika sudah akur (tidak saling menyerang), masukkan dalam satu kandang, (3) Sediakan kotak sarang ukuran 20×20×15 cm dengan bahan sabut kelapa atau ijuk, (4) Tingkatkan pakan EF (Extra Fooding): jangkrik, kroto, dan ulat setiap hari, (5) Betina akan bertelur 3–4 butir per periode, (6) Inkubasi telur berlangsung 13–14 hari, (7) Anakan menetas dengan mata tertutup dan butuh suhu hangat 28–30°C, (8) Anakan mandiri dan bisa disapih pada umur 25–30 hari.
Perhatian: Pisahkan jantan jika terlalu agresif saat betina mengeram. Jangan sering mengintip sarang karena bisa sebabkan induk stres dan membuang anakan.
🎵 Masteran & Latihan Kicauan Murai Batu
Murai Batu adalah peniru suara yang sangat baik. Masteran ideal untuk meningkatkan kualitas kicauan:
1. Cucak Hijau (Chloropsis sonnerati) — suara lantang dan melodius, sangat cocok untuk isian Murai Batu lomba 2. Lovebird — suara ngekek cepat untuk variasi tempo 3. Kenari — nada tinggi dan bersih untuk variasi nada 4. Ciblek — suara rapat dan cepat sebagai 'bapak' variasi 5. Prenjak — suara tinggi melengking sebagai isian keras 6. Gereja Tarung — suara lantang dan gacor
Cara masteran efektif: putar MP3 masteran saat burung dikerodong pagi hari selama 1–2 jam, atau tempatkan burung masteran hidup di dekat kandang saat angin-anginkan sore. Masteran akan diserap dalam 2–4 minggu jika dilakukan konsisten.
💉 Penyakit Umum Murai Batu & Cara Mengatasinya
Penyakit umum Murai Batu yang perlu diwaspadai:
1. Snot (pilek) — hidung berlendir, napas berbunyi. Penyebab: angin malam, kandang lembap. Penanganan: jauhkan dari angin, berikan air hangat, bisa teteskan larutan madu. 2. Cacingan — kurus meski makan banyak, kotoran berlendir. Obati dengan obat cacing burung kicau (pirantel pamoat). 3. Kutu bulu — burung sering menggaruk, bulu kusam. Semprot permukaan kandang dengan insektisida khusus burung (bukan untuk manusia). 4. Over birahi — terlalu agresif, sulit bunyi panjang. Kurangi EF (jangkrik, kroto), mandi lebih sering, perbanyak pengembunan. 5. Stres — mogok bunyi, diam di dasar kandang. Pindahkan ke tempat tenang, kurangi interaksi selama beberapa hari.
💰 Harga Pasar Murai Batu
Murai Batu berkisar Rp 300.000 - Rp 5.000.000 untuk kualitas biasa. Juara kontes nasional bisa mencapai Rp 50-200 juta.
📚 Sumber Ilmiah & Referensi
❓ Pertanyaan Umum tentang Murai Batu
Berapa harga Murai Batu berkualitas lomba 2026? ▼
Apa pakan terbaik untuk Murai Batu agar cepat gacor? ▼
Bagaimana cara membedakan Murai Batu jantan dan betina? ▼
Bagaimana cara ternak (breeding) Murai Batu untuk pemula? ▼
Mengapa Murai Batu saya diam dan tidak mau bunyi? ▼
Suara masteran apa yang terbaik untuk Murai Batu lomba? ▼
▶️ Video Murai Batu di YouTube
SubscribeTonton video tentang Murai Batu
di channel Manukpedia
�️ Produk untuk Murai Batu
Pilihan perlengkapan yang sering dipakai kicaumania
📍 Persebaran
🌿 Habitat
🔬 Klasifikasi
| Ordo | Passeriformes |
| Famili | Muscicapidae |
| Nama Latin | Copsychus malabaricus |
| Nama Inggris | White-rumped Shama |
Manukpedia YouTube
Video burung Indonesia, tips merawat, suara masteran & konservasi
▶ Subscribe Sekarang · 2.6K+Burung Sejenis — Famili Muscicapidae
Lihat semua →
Cucak Rawa
Pycnonotus zeylanicus
Pycnonotidae
Burung kicauan mewah dengan kepala berwarna jerami kuning-emas, kini berstatus Kritis akibat perburuan masif untuk perdagangan.
Elang Jawa
Nisaetus bartelsi
Accipitridae
Elang gagah endemik Jawa yang menjadi inspirasi Garuda Indonesia, berstatus Terancam akibat deforestasi hutan Jawa.
Gelatik Jawa
Lonchura oryzivora
Estrildidae
Burung pipit asli Jawa dan Bali yang kini lebih banyak dijumpai di luar negeri sebagai burung hias, dengan status Rentan di alam liar.
Jalak Bali
Leucopsar rothschildi
Sturnidae
Burung endemik Bali yang sangat langka dan dilindungi, dikenal dengan bulu putih bersih dan kulit biru telanjang di sekitar mata.